APP Sinar Mas

Awal mula hadirnya kertas berawal dari asal-usul kertas yang ditemukan dan digunakan pertama kali di China pada abad ke-2. Pada abad pertama, kertas dibuat dengan bahan yang kasar pada zaman Dinasti Han Barat. Jenis kertas ini sulit dipergunakan untuk menulis karena fisiknya yang masih terlalu tebal dan teksturnya yang kasar. Akibatnya, jenis kertas ini tidak terlalu banyak yang menggunakan. Di abad kedua, Cai Lun dari era Dinasti Han Timur membuat kertas dengan bahan yang halus dengan teknik pembuatan yang berbeda. Cai Lun berhasil menciptakan kertas jenis baru yang terbuat dari kulit kayu, kain, batang gandum dan bahan lainnya. Kertas jenis ini relatif murah, berbahan ringan dan tipis, tahan lama, serta cocok untuk digunakan dengan kuas. Kemudian, pembuatan kertas dikembangkan melalui proses campuran rami, bahan kain, dan selulosa pada kulit kayu untuk menciptakan tekstur yang lebih halus, sehingga cocok untuk dijadikan media menulis dengan alat tulis apapun. Melalui teknik kertas ini lah terciptanya kertas multifungsi yang terus kita gunakan hingga saat ini.

Inovasi kertas terus berjalan menjadi media tulis yang memiliki nilai dan kegunaan yang bermacam-macam. Pertengahan abad ke-3, produksi kertas menyebar ke wilayah Korea dan Jepang. Pada abad ke-7, persebaran kertas telah merambah negara-negara Asia Tenggara, seperti Vietnam, Filipina, dan Thailand. Pada abad ke-10, negara-negara Arab mulai memproduksi kertas secara massal. Pada abad ke-12, teknik pembuatan kertas ini mulai menyentuh benua Eropa. Kertas menggantikan peran kulit kambing yang telah lama menjadi sarana tulis-menulis di Eropa. Sebelum kertas ditemukan, semua informasi dan peristiwa penting dicatat dengan tangan oleh para juru tulis. Sejak penemuan ini, negara-negara besar di Eropa mulai membangun perindustrian kertas. Lalu, pada abad ke-16, penggunaan kertas mencapai benua Amerika dan secara bertahap menyebar ke seluruh penjuru dunia.

Di Indonesia, kertas pertama kali masuk pada abad ke-7 bersamaan dengan negara Asia Tenggara lain. Sebelumnya, masyarakat Indonesia biasa menggunakan daun lontar untuk mendokumentasikan peristiwa-peristiwa penting. Tak lama setelahnya, produksi kertas dimulai di kota Ponorogo, Jawa Timur. Pada produksi pertamanya, kertas ini dibuat dari olahan kulit kayu dari pepohonan yang tumbuh di wilayah tersebut. Kertas buatan Ponorogo ini dipergunakan sebagai media menulis oleh para biksu yang mempelajari agama Budha di Kerajaan Sriwijaya. Selain itu, kertas ini juga digunakan sebagai media melukis wayang beber yang merupakan cikal bakal terbentuknya wayang kulit di Indonesia. Ketika ajaran Islam masuk ke Indonesia, kertas buatan Ponorogo juga dimanfaatkan sebagai wadah untuk menulis kitab suci Al-Quran, salah satunya di pesantren milik K.H Khasan Besari di Tegalsari, Surabaya.

Begitu pula dengan APP Sinar Mas sebagai salah satu perusahaan bubur kertas dan kertas terbesar di dunia. Lewat perjalanan panjang, tepatnya dimulai pada tahun 1972 dengan Tjiwi Kimia memproduksi soda kaustik, sekarang APP Sinar Mas menjalankan operasi di seluruh Indonesia dan China dengan produk bubur kertas, kertas, produk kemasan gabungan tahunan, dan mengkonversi kapasitas hingga lebih dari 19 juta ton per tahun. Saat ini, APP memasarkan produknya di lebih dari 120 negara di enam benua. Selama bertahun-tahun, APP Sinar Mas telah memperluas operasi APP Sinar Mas secara signifikan melalui akuisisi dan perluasan beberapa pabrik bubur kertas dan kertas. Dengan komitmen mengutamakan kepuasan pelanggan, APP Sinar Mas terus meningkatkan pangsa dalam penjualan kertas di seluruh dunia untuk melayani kebutuhan masyarakat global atas kertas.

 

Sumber: 
https://asiapulppaper.com/sustainability/environmental-responsibility
https://www.infocetak.com/pengertian-dan-sejarah-percetakan/