IN | ENG
16 May 2018

Festival Penulis Cilik SiDU 2018

Untuk meningkatkan kompetensi dan keterampilan anak melalui kebiasaan menulis, Sinar Dunia (SiDU) sebagai salah satu merek buku tulis unggulan Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas beserta dengan Majalah Bobo, mengadakan Festival Penulis Cilik SiDU 2018 (FPCS) sebagai rangkaian kegiatan “Ayo Menulis Bersama SiDU”.

Festival ini berlangsung pada tanggal 2 Juli hingga 10 September 2018 lalu, dengan tema kali ini adalah mengenai "Harapanku untuk Indonesia di Masa Mendatang".

Festival Penulis Cilik SiDU ini pertama kali digarap pada tahun 2017, dan pada tahun ini, terjadi peningkatan jumlah peserta hingga 151% yaitu mencapai 6.137 karya tulis. Dari ribuan karya tulis yang terkirim, dipilih 10 karya terbaik yang terdiri dari juara 1, 2, 3 dan 7 juara favorit.

Tiga pemenang dengan karya terbaik para peserta menuliskan tentang harapan mereka, salah satunya ialah “Indonesia Menjadi Negeri 1000 Pesawat Terbang” yang ditulis oleh Alfia Kirana Maheswari. Tinggal di desa terpencil, yaitu di Desa Tanjung Sari, Grobogan, Jawa Tengah tak menghambatnya untuk mendalami kegemarannya menulis. Kegemaran Alfia dalam menulis dan membaca didapat dari kebiasaannya dengan membaca koran bekas dari bungkus makanan sebagai sarana untuk menumbuhkan minat menulisnya.

Karya tulisnya tersebut juga tak lepas dari kekagumannya terhadap sosok BJ Habibie, Mantan Presiden Indonesia ketiga yang memiliki beberapa karya di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, salah satunya pesawat terbang.

Selain Indonesia yang dapat mandiri dalam memproduksi pesawat terbang, Indonesia bebas sampah plastik juga menjadi harapan dari pemenang lainnya dalam FPCS 2018. Siti Juneeta Khairunnisa, Juara I Festival Penulis Cilik SiDU (FPCS) 2018, bercerita tentang kekhawatirannya melihat penggunaan plastik yang berlebih dan mengajak masyarakat memulai “diet” sampah plastik.

Kekhawatiran Nisa akan sampah plastik bermula ketika ia membaca artikel di koran tentang penyu yang mati karena memakan sampah plastik di laut. Sejak saat itu, Nisa berusaha mengurangi pemakaian plastik. Melalui tulisannya, Nisa juga mengajak teman-teman untuk menggunakan tas kain atau kardus yang mudah terurai, dibandingkan dengan menggunakan plastik saat berbelanja, serta membawa botol minum dan tempat makan sendiri untuk mengurangi sampah plastik.

“Saya senang bisa menyampaikan harapan saya untuk Indonesia melalui tulisan. Menurut saya, menulis adalah cara yang menyenangkan untuk menyampaikan ide dan imajinasi. Melalui Festival Penulis Cilik SiDU, saya berharap bisa menginspirasi banyak orang untuk ikut ‘diet’ plastik,” tutur Nisa.

Kemudian pemenang ketiga diperoleh Bianca Alexandreta Situmorang, Bianca memiliki tiga harapan agar Indonesia bisa seperti kota Zootopia yang maju dan rukun. Bianca merupakan seorang penyayang binatang dan memiliki hobi membaca buku fable, Bianca sering berlatih membuat cerita yang dibimbing langsung oleh ibunda tercinta.

Harapan-harapan Bianca mengenai Indonesia ialah, yang pertama dia ingin agar kota-kota di Indonesia menjadi modern, bersih, dan tertata rapi. Yang kedua, Zootopia adalah kota yang dipenuhi dengan hewan yang beragam jenisnya. Baik yang berukuran besar, kecil, pemakan tumbuhan dan daging. "Aku sangat berharap hal ini juga terjadi di Indonesia, negara yang terdiri dari berbagai macam suku, bangsa, adat istiadat, dan agama," tulis Bianca.

Sebagai pemenang, Siti Juneeta Khairunnisa, Alfia Kirana Maheswari, dan Bianca Alexandreta Situmorang mendapat pelatihan bagaimana cara menulis yang baik, berkesempatan mewawancarai jurnalis senior Andy F. Noya, serta mendapat hadiah jutaan rupiah dari SiDU Buku Tulis. Selain itu, ketiga karya tulis tersebut akan diterbitkan di Majalah Bobo sehingga dapat menjadi inspirasi bagi anak-anak dan penulis cilik lainnya.


Berita Lainya

Sering Mengantuk di Kampus? Simak Tips Anti-Ngantuk ini!
Baca Selengkapnya
Cara Menulis Rangkuman Pelajaran yang Baik
Baca Selengkapnya
Cara Membuat Dekorasi Bendera dari Kertas Origami
Baca Selengkapnya