08 Dec 2019

Yuk, Kenalan dengan Akira Yoshizawa: Bapak Origami Dunia!

Siapa yang tidak tahu origami? Seni melipat kertas yang berasal dari Jepang ini telah dikenal luas di seluruh dunia dan merupakan salah satu media untuk melatih kreativitas. Kalau kemarin kita telah mengulik tuntas soal kertas origami, sekarang SiDU ingin membahas mengenai Akira Yoshizawa yang dikenal sebagai Bapak Origami Dunia.

Akira Yoshizawa merupakan seniman yang berasal dari Jepang. Ia lahir pada 14 Maret 1911 di Kaminokawa, Jepang dan menghembuskan napas terakhirnya pada 14 Maret 2005. Di usia 13 tahun, Akira pindah ke kota Tokyo untuk bekerja di sebuah pabrik. Menurut keterangan dari The Spruce Crafts, saat Akira berusia 20 tahunan awal, ia mendapatkan promosi jabatan sebagai perancang di bagian teknis. Sebagai bagian dari pekerjaannya, Akira bertugas untuk mengajarkan geometri dasar kepada para karyawan baru. Yang unik adalah ia menggunakan origami yang ia pelajari di masa kecil sebagai alat untuk mengajar. Hal ini ia gunakan supaya para karyawan dapat dengan mudah mengerti mengenai materi yang ia ajarkan.

Di tahun 1937, Akira berhenti dari pekerjaannya di pabrik untuk mempraktikan origami secara purna waktu. Seperti yang dilansir dari Britannica, Akira memiliki kemampuan geometri, teknik yang presisi, serta desain yang berkualitas dalam keahliannya melipat kertas origami. Ia pun mampu membentuk naga, burung, dan gajah yang sensasional dari selembar kertas. Kemampuan serta dedikasinya inilah yang berhasil membuatnya menerima penghargaan Order of the Rising Sun pada tahun 1983 yang merupakan salah satu penghargaan tertinggi di Jepang.

Keahlian yang ia miliki diperoleh secara otodidak. Ia sendiri mengestimasi setidaknya 50.000 origami dengan berbagai bentuk dan model telah ia buat dalam karirnya sebagai seniman. Hebatnya, ia tidak pernah menggunakan gunting, lem, ataupun alat bantu lainnya dalam mendesain origami yang dibuat. Hasil-hasil karyanya pun berhasil dipajang di berbagai negara, seperti pameran di Cooper Union, New York, serta Stedelijk Museum di Amsterdam, Belanda.

Salah satu kontribusi Akira yang paling dikenal masyarakat dunia adalah Teknik Lipatan Basah atau The Wet-Folding Technique. Teknik ini dilakukan dengan cara membasahi kertas dengan sedikit air sebelum melipat kertas tersebut. Kertas yang basah dapat dimanipulasi lebih mudah, sehingga memberikan hasil akhir yang lebih bulat dengan pinggiran yang lebih halus. Kemampuan untuk menciptakan origami yang realis inilah yang membuat Akira dikenal sebagai seniman sejati dan mengangkat derajat origami sebagai sebuah seni.

Sebagai bentuk apresiasi, Google Doodle bahkan memperingati tanggal 14 Maret sebagai hari kelahiran Akira Yoshizawa. Hal ini dilakukan berkat dedikasi Akira semasa hidupnya dalam mengembangkan origami, sehingga membuat origami dikenal luas oleh masyarakat dunia.

Sekarang kamu bersama orang-orang terdekatmu dapat mempraktikan langsung bagaimana teknik-teknik melipat kertas origami yang diciptakan oleh Akira. Sambil membuat,  jangan lupa gunakan kertas origami SiDU untuk berkreasi!

 


Berita Lainya

Kisah Legenda Origami Lucky Star
Baca Selengkapnya
5 Benda Pelengkap yang Dibutuhkan Mahasiswa
Baca Selengkapnya
Hobi Menulis? Ini Profesi Idamanmu!
Baca Selengkapnya